Uji Kir Ketrik Ditolak Driver Online

oleh

Berkembangnya teknologi dibidang transportasi, seperti ojek Online atau taksi online menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dan wakil Rakyat untuk bisa membuat peraturan yang seimbang. Berikut adalah salah satu kutipan tanggapan kami tentang Transportasi Online di salah satu media cetak Suara merdeka.

—–

SEMARANG SELATAN– Ratusan pengemudi trasportasi online yang tergabung dalam Forum Komunikasi Driver Online Jawa Tengah (FKDOJ), berunjuk rasa di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang Selatan, Kamis (25/1) sekitar pukul 10.00.

Kedatangan mereka untuk menyikapi penerbitan Permenhub No 108 tahun 2018, dan menyampaikan sejumlah tuntutan, salah satunya menolak uji Keur atau Kir dengan melakukan pengetokan (ketrik) nomor kendaraan pada sasis. Sebab sistem tersebut dapat menurunkan nilai ekonomi mobil mereka. Harga mobil akan anjlok saat dijual. ”Sesuai dengan isi Permenhub No 108, uji Kir dilakukan dengan diemboss (teknik cetak yang memberikan efek timbul) menggunakan pelat, tidak diketrik di bodi kendaraan seperti yang dilakukan pemerintah provinsi selama ini,’’ kata M Rizal Wijaya, Ketua Asosiasi Driver Online (ADO) Semarang, yang merupakan bagian dari FKDOJ, kemarin.

Karena itu, imbuh dia, pihaknya menggelar unjuk rasa untuk menolak dan meminta menunda melakukan uji Kir, sampai pemerintah memfasilitasi uji Kir dengan di-emboss seperti yang ada dalam Permenhub.

Lakukan Audensi

Terkait dengan hal itu, pihaknya sudah melakukan audensi dengan Dinas Perhubungan Kota Semarang, namun belum ada jawaban yang memuaskan. ”Dishub menyarankan agar kami tetap uji Kir dengan sistem ketrik. Padahal dalam Pasal 54 Permenhub dijelaskan, bahwa uji KIR itu dengan cara emboss, di sini bukan kami yang melanggar peraturan tapi Dishub provinsi dan kota,” ujarnya.

Selain menolak Uji Kir, dalam kesempatan tersebut para pengemudi transportasi online juga mengajukan tujuh tuntutan lain di antaranya meminta kuota unit yang mengakomodasi mereka secara keseluruhan, memberikan wilayah operasi sesuai wilayah eks-karesidenan, keamanan di wilayah hukum Jawa Tengah. Lalu, mempermudah pengurusan SIM A umum dengan harga yang rasional, mempermudah perizinan kepengurusan angkutan sewa khusus, mempermudah perizinan koperasi dan memperjelas peran aplikator dalam usaha angkutan khusus (Gocar, Grab, Uber).

Belum Ideal

Sementara itu, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek dinilai belum ideal. Karena itu, masyarakat diminta memberikan masukan pada pemerintah.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Hadi Santoso mengatakan, kemunculan Permenhub tersebut merupakan respons atas konflik transportasi online dan non online. Sehingga, sembilan poin aturan yang tertera dalam aturan tersebut secara substansi masih sebatas normatif. Masih diperlukan masukan, kritik, dan saran untuk mencari formula terbaik dan tepat. ‘’Permenhub Nomor 108/2017 itu merupakan respons terhadap dinamika di lapangan. Dalam pengantarnya dijelaskan bahwa permenhub ini belum ideal untuk dijadikan bagian dari undang-undang,’’ ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera itu, Kamis (25/1).

Karena itu, dirinya mengapresiasi masyarakat yang menyampaikan masukan pada pemerintah. Hal itu akan menjadi pertimbangan dalma penyusunan aturan yang ideal. Salah satu persoalan transportasi online yang terjadi saat ini perihal identifikasi. Ke depan, harus diketahui dengan pasti berapa jumlahnya, siapa pemilik kendaraanya, di mana bengkelnya. Hal itu penting untuk menjaga sistem transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjadi konsumen. ‘’Perasoalan identifikasi itu harus pasti. Ke depan, semoga sistem transportasi terus diperbaiki menjadi lebih baik,’’kata Hadi. Terpisah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, semua pihak harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. ‘’Ikuti saja aturannya. Itukan sudah disosialisasikan dan sudah jalan. Semua tinggal dilengkapi saja,’’tandas Ganjar.

Sumber: Suaramerdeka Cetak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *