Tandon Raksasa Itu Selesai Dibangun

oleh

 

Nek Tigo Aduse Nganggo Sapi ( Kalau Kemarau Mandinya pakai Sapi – red Jual Sapi beli air), itulah yang kerap menjadi guyonan (candaan) teman – teman yang berada di selatan Jawa tengah ini, Kekeringan abadi.

Setiap selesai musim penghujan, tidak lama kemudian cukup 2 bulan bisa dipastikan sudah kehabisan air bersih. Garing (kering).

padahal setiap rumah penduduk di kecamatan Paranggupito Wonogiri ini dilengkapi dengan tandon air minimal 50.000 Liter, namun tidak mencukupi untuk mencukupi kebutuhan air bersih sampai beberapa bulan kedepan.

Itulah yang menyebabkan kami terus berikhtiar untuk membantu walau sedikit. Berbagai hal telah kita lalui bersama dari mulai yang susah-susah, sedih, sampai membahagiakan bagi saudara kita disini.

Tahun 2015, kami usulkan kepada pemerintah provinsi Jawa Tengah tentang Detail Enggenering Desain (DED) pemanfaatan Luweng dan Sumber air di Paranggupito. Serta usulan DED pembangunan 7 Embung untuk menjadi salah satu cadangan air bersih bagi masyarakat di selatan Wonogiri ini.

Tahun ini, alhamdulillah mulai selesai realisasi fisiknya. Embung Gudangharjo dan Pedo ini selesai lebih dulu di akhir tahun 2017 lalu, tepatnya pada bulan Desember 2017.

Dengan adanya 2 embung di desa Gudangharjo ini, semoga bisa menjadi salah satu pelita untuk masyarakat. Sehingga nantinya bisa diminimalisir kekeringan abadinya selama musim kemarau tahun 2018.

Embung Gudangharjo dan embung Pego menghabiskan APBD Jateng sebesar Rp 5,276 miliar, dengan rincian Gudangharjo Rp 3,737 miliar, sedangkan embung Pego Rp 1,538 miliar. Kedua embung selesai dalam 180 hari pengerjaan.

Untuk informasi bahwa embung Gudangharjo dan embung Pego ini adalah embung penampungan cadangan air bersih saja. Bukan diperuntukan untuk pertanian, mengingat sumber air masyarakat di sini adalah tadah hujan.

Dan semoga sebelum masuk musim kemarau beberapa embung lainnya bisa selesai dan bisa digunakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *