Pekerjaan Pengendalian Banjir Sistem Sungai Jragung Demak Dimulai, Masyarakat Segera Nikmati Hasilnya

oleh
Bersama komisi D mengunjungi proyek pengendalian banjir sungai Jragung
Bersama komisi D mengunjungi proyek pengendalian banjir sungai Jragung

SELAMA bertahun-tahun warga kecamatan Karangawen, kecamatan Guntur dan kecamatan Mranggen di Kabupaten Demak mengenal istilah “nek rendeng ora iso ndodok, nek tigo orang iso cewok.”

Saat berkunjung ke lokasi proyek pengendalian banjir sistem sungai, belum lama ini bersama teman-teman Komisi D lainnya, dijelaskan bahwa hal itu disebabkan dengan adanya keberadaan sungai Cabean, dangkalnya Sungai Jragung, serta kondisi parahnya sedimentasi Bendung Ploso menyebabkan banjir bandang dihampir tiap tahun.

Pada awal tahun 2016 banjir besar akibat tanggul sungai Cabean jebol mengakibatkan 7 Hari warga rejosari dan warga Bakalrejo terendam air. Tahun ini pekerjaan pengendalian Banjir Sistem sungai Jragung dimulai.

Ada 4 Paket pekerjaan yang menelan biaya Rp 780 M mulai dari normalisasi dan penguatan suangi Cabean, normalisasi dan penguatan sungai Jragung, normalisasi bendung Ploso dan juga pembuatan sudetan serta menghidupkan kembali aliran sungai Jragung lama. Biayanya besar, namun ini pekerjaan sungai fisiknya tertutup air, bisa bahaya jika tidak diawasi detail.

Ditargetkan, proyek ini dapat selesai akhir tahun. Ada tiga pekerjaan utama yakni normalisasi sungai, perkuatan tebing sungai hingga perbaikan jembatan di sungai yang membentang sejauh 75 kilometer meliputi Jragung, Cabean, hingga Wonokerto. Proyek ini ditargetkan mampu mengendalikan banjir yang sering melanda Demak dan Grobogan.

Ada kurang lebih 3600 lembar CCSP (dinding penahan tanah) yang akan dipasang di paket 1. Paket satu mencakup sungai dengan panjang 12 kilometer, saat ini kurang lebih sudah 1050 lembar yang sudah terpasang. Pemasangan dinding sungai hanya dilakukan di titik yang rawan longsor dan tikungan sungai.

Jika proyek ini selesai, maka masyarakat tidak lagi mengeluh seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Normalisasi sungai ini untuk menjaga sungai agar berfungsi normal dan aliran sungai menjadi lancar, sehingga bisa meminimalisir banjir.  

Tentang Penulis: Mas Hadi

Gambar Gravatar
Catatan harian perjalanan, pekerjaan, inspirasi dan semuanya. Juga tentang cinta. Selamat menikmati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *