Mudik Selamat, Lebaran Nikmat

oleh
HAMPIR setiap tahun Jawa Tengah selalu menjadi bintang dalam pebahasan mudik lebaran. Betapa tidak 2015 jateng punya “tragedi Comal”, tahun 2016 Jateng punya “Brexit Horor” yang sempat menjadi perhatian Indonesia. Tentu tahun 2017 ini tidak ingin kembali menjadi sorotan, sehingga tahun ini harus lebih siap.
 
Menurut perkiraan, jumlah pemudik Lebaran 2017 diperkirakan akan meningkat drastis. Peningkatan jumlah pemudik ini terindikasi dari kenaikan penggunaan kendaraan pribadi dibanding angkutan umum. Pada tahun 2016, pemudik yang masuk Jawa Tengah mencapai 6,47 juta jiwa, itu saja sudah membuat  exit tol Brebes Timur (Brexit) seperti lautan mobil. Prediksi terjadi tahun ini, jumlah pemudiknya menjadi 8,14 juta jiwa lalu.
 
Kenaikan angka 8,14 juta pemudik yang akan memasuki Jateng tersebut mayoritas ada pada pemudik yang menggunakan sepeda motor, kemudian disusul pengguna mobil. Kenaikan terbesar diprediksi terjadi di sepeda motor, di mana penggunanya mencapai 6,07 juta pengguna, naik dibanding tahun 2016 yang berjumlah 5,14 juta.
 
Tahun ini jumlah pemudik menggunakan mobil diprediksi mencapai 3,48 juta jiwa. Angka tersebut mengalami peningkatan hingga 13,92 persen dibandingkan jumlah pemudik 2016 yang berjumlah 3,06 juta jiwa. Ini menjadi tanda bahwa masyarakat sejahtera, karena mobil dan motor terus meningkat tajam.
Meskipun angka pengguna kendaraan pribadi mengalami tren kenaikan, tidak demikian halnya dengan pengguna kendaraan umum, terutama bus. Berdasarkan data dari Pempov Jateng, angka pengguna bus umum diprediksi turun sampai 2,11 persen. Pada mudik Lebaran tahun lalu, angka pemudik yang menggunakan bus mencapai 4,4,2 juta jiwa dan diprediksi menjadi 4,32 juta jiwa, kami berharap tren ini bukan karena semakin turunnya pelayanan transportasi umum kita.
Untuk mengantisipasi angka kemacetan mudik sendiri, Pemprov sebenarnya sudah memfasilitasi kembali mudik gratis bagi warga Jateng yang tinggal di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dengan menyediakan 177 bus.
Sehingga, untuk menghindari kemacetan, pemudik bisa memanfaatkan program mudik gratis yang disediakan oleh Pemprovtersebut. Program tersebut bisa dimanafaatkan oleh warga Jateng yang tinggal di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Jumlah bus yang disediakan dalam program mudik gratis ini mencapai 177 bus.
 
Selain mudik gratis dengan bus, Pemprov Jateng juga memfasilitasi mudik gratis dengan kereta api pada 22 Juni 2017. Kereta api yang digunakan adalah KA Gajah Wong dari Stasiun Pasar Senen pukul 06.45 WIB jurusan Pasar Senen-Purwokerto-Kroya-Gombong-Kebumen-Kutoarjo dengan kapasitas 720 penumpang.
 
KA Menoreh yang berkapasitas 640 penumpang disiapkan untuk pemudik yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 20.30 WIB dengan rute Brebes-Tegal-Pemalang-Pekalongan-Weleri-Semarang Tawang, serta KA Jaka Tingkir kapasitas 608 penumpang dan berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 12.00 WIB menuju Purwokerto-Tambak-Gombong-Kebumen-Kutoarjo-Purwosari Solo.
 
Pilih Jalur yang Tepat
 
Arus mudik 2017 diperkirakan akan lebih lancar, pasalnya beberapa tol fungsional dan jalur alternatif sudah disiapkan oleh pemerintah dalam menyambut lonjakan arus mudik. Meskipun yang diutamakan masih memanfaatkan tol fungsional dari Brebes Timur-Gringsing.
Namun demikian, kami berharap kepada para pemudik untuk memilih jalur yang tepat dalam mudik Lebaran kali ini. Jika kita rinci, ada tiga jalur yang disiapkan pemerintah untuk agenda mudik Lebaran tahun ini, yakni jalur Pantura, jalur alternatif pantura, tengah dan selatan, serta jalur tol fungsional yang menghubungkan Brebes Timur-Weleri.
Jalur pantura bagi kami tetap yang paling utama untuk digunakan sebagai jalur mudik. Perbaikan infrastuktur yang kontinyu terus dilakukan pemerintah di jalur Pantura membuat jalur ini paling kami rekomendasikan untuk mudik Lebaran. Potensi macet masih mungkin terjadi di jalur ini, terutama di Kota Pekalongan dan Weleri di Kabupaten Kendal, namun secara umum, jalur Pantura siap digunakan dan rekomendasi utama untuk mudik.
Selain jalur utama Pantura, mudik tahun ini juga sudah disiapkan jalur alternatif dengan kondisi cukup baik. Jalur alternatif yang sudah disiapkan oleh pemerintah totalnya mencapa 2.230 kilometer yang tersebar melalui jalur tengah maupun selatan. Sampai saat ini kondisi jalan tersebut sudah dalam kondisi yang baik dengan fasilitas jalan yang memadai. Penyiapan jalur alternatif itu mencapai panjang total 2.230 kilometer. Panjang ruas jalan itu tersebar melalui jalur tengah maupun selatan.
 
Saat ini semua sudah dalam kondisi baik, dengan fasilitas jalan yang memadai. Pemerintah sudah menghabiskan anggaran Rp 2,8 triliun untuk memperbaiki infrastruktur jalur alternatif. Jadi, sebaiknya ini dimanfaatkan.
Adapun jalur alternatif dari lintas utama pantura yang terhubung dari batas Provinsi Jawa Barat di Losari – Pejagan – Brebes – Tegal – Pemalang – Pekalongan – Batang – Weleri – Kendal – Semarang – Demak – Kudus – Pati – Rembang – Tuban atau batas Provinsi Jawa Timur. Dari lintas batas tersebut, jalur alternatif pantura adalah batas Jawa Barat, yakni Bantarsari – Ketanggungan – Slawi – Randudongkal – Bantarbolang – Kebonagung – Wonotunggal – Bawang – Sukorejo – Boja – Ungaran – Semarang/Solo dengan jauh 373,10 kilometer.
Berikutnya ada juga Semarang – Gubug – Godong – Purwodadi – Kunduran – Blora sejauh 108,76 kilometer. Kemudian Rembang – Blora – Cepu – Padangan/di batas Jawa Timur sejauh 70,14 kilometer. Ada pula tawaran jalur alternatif Semarang-Surakarta via Purwodadi sepanjang 121 kilometer. Kalau di wilayah pantura ada jalur alternatif Ciledug – Slawi – Bantarbolang – Kajen – Pekalongan sepanjang 136 kilometer.
Selanjutnya, di wilayah pantura bagian Brebes ada Karangsawah – Karangjongkeng – Purwodadi – Linggapura  sepanjang 70 kilometer. Kemudian di wilayah tengah ada Weleri – Sukorejo – Parakan sejauh 28 kilometer dan Majenang – Kebumen – Purworejo sepanjang 209 kilometer.
 
Untuk wilayah selatan, jalur alternatif yang disebut jalur selatan-selatan diperuntukkan bagi pemudik ke wilayah Banyumas dan Cilacap. Ruas ini menghubungkan Patimuan – Sidareja – Jeruklegi – Gumilir – Slarang – Adipala – Bodo – Karangbolong – Puring – Petanahan – Ambal – Mirit – Wawar – Jali – Congot – hingga batas DI Yogyakarta sepanjang 182 kilometer.
 
Khusus wilayah Kabupaten Batang yang diprediksi jadi titik kemacetan pintu keluar tol, ruas Banyuputih – Plantungan di Batang menjadi salah satu jalur alternatif untuk bisa mengurai kemacetan lalu lintas di sepanjang pantura. Kami sangat berharap peningkatan ruas jalan itu mampu mengurai kemacetan pada puncak arus mudik 2017.
 
Ruas Tol Fungsional Sebagai Alternatif
 
View tol Bawen-Salatiga yang viral. (Foto: Istimewa)

Selain jalur utama Pantura dan jalur alternatif, satu jalur lagi yang bisa digunakan sebagai alternatif mudik adalah ruas tol fungsional yang menghubungkan ruas Brebes Timur hingga Weleri dengan jarak 113 kilometer. Adapun rinciannya adalah jarak tol Pejagan hingga Brebes Timur sepanjang 20,2 km, Brebes Timur-Pemalang 37,35 km, Pemalang-Batang 39,2 Km dan Batang-Weleri sepanjang 36,45 km.

 
Kondisi ruas jalan tol nantinya akan berupa perkerasan beton tipis (lean concrete) yang dapat dilewati dengan kecepatan 40-50 kilometer per jam. Jalan tol fungsional sendiri dipastikan akan sampai di Weleri, dan dari Weleri, para pemudik akan dibawa ke jalan nasional sepanjang 25 kilometer sampai Kaliwungu. Ruas tol dari Brebes Timur hingga Weleri dibeton dengan ketebalan 10 centimeter, sehingga sudah bisa dilalui kendaraan pemudik, kondisi jalan sudah beton tipis atau lean concrete (LC) semua, tinggal jembatan-jembatan saja, sehingga diprediksi H-10 Lebaran sudah siap secara fungsional. Semarang.
 
Perlu diketahui bahwa jalan tol fungsional di sepanjang pantura itu adalah jalan yang direncanakan untuk jalan tol. Pembuatan jalan baru ini menelan anggaran hingga Rp 73 miliar, hanya untuk operasional selama 20 hari saja. Anggaran itu hanya untuk pengerasan, penerangan, rambu-rambu dan perbaikan akses keluar menuju jalan arteri kabupaten.
 
Namun demikian, kemacetan masih akan terjadi, sehingga perlu langkah antisipasi mengatasi kemacetan di jalur tersebut. Ada exit tol yang disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan yang mungkin terjadi di jalur tersebut. Disiapkan pula sejumlah exit tol.
 
Skenarionya, jika ada kemacetan kendaraan di exit tol Weleri maka kendaraan berikutnya distop di exit tol sebelumnya, misalnya Pemalang. Exit tol tersebut dibuat untuk menghindari kemacetan atau exit tol sementara secara fungsional.
 
Kemudian di masing-masing exit tol itu disiapkan jalur alternatif untuk memecah kepadatan lalu lintas, untuk wilayah Kabupaten Tegal nantinya ada tiga exit tol yang disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan di Ujungrusi  Adiwerna, Balamoa, Kecamatan Pangkah dan Warureja, digunakan dengan sistem buka tutup melihat kondisi arus di dalam tol. Sistemnya buka tutup melihat situasi dan kondisi. Kalau tidak ada antrean, exit ditutup.
 
Selain langkah-langkah antisipasi kemacetan, sejumlah‎ rest area juga akan disediakan di dalam ruas tol. Di rest area tersebut, selain bisa beristirahat sejenak dan disediakan toilet, pemudik juga bisa mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM).
 
Ada tujuh tempat rest area sementara. Masing-masing di ruas tol Pejagan-Pemalang berada di KM 296A, 311A, dan 303A. Di ruas Pejagan-Pemalang di KM 341+600A dan KM 367+200A, dan di ruas Batang-Semarang disiapkan di KM 402A dan 448A.
 
Dari jalur tersebut, setidaknya ada 11 pintu keluar (exit tol) sementara yang disediakan. Exit tol ini digunakan jika Anda, para pemudik hendak mengakhiri perjalanan mudik Anda di sekitar daerah tersebut, atau jika kondisi tol macet dan Anda bisa beralih ke jalur nasional pantura atau jalur alternatif.
 
Ada sebanyak tiga exit tol di wilayah Kabupaten Tegal, yakni di wilayah Ujung Rusi, Karangjati, dan Warureja. Jika Anda hendak mengakhiri perjalanan atau mampir ke pusat kuliner, berbagai macam kuliner juga tersedia di Kabupaten Tegal, seperti telur asin, sate kambing muda dan berbagai olahan lezat lainnya. Atau Anda hendak beristirahat sejenak di obyek wisata, di kabupaten Tegal ada obyek wisata seperti Pantai Purwahamba Indah (Purin) dan wisata air panas Guci.
 
Selanjutnya, exit tol di wilayah Pemalang ada di wilayah Sewaka dan Beji. Di Kabupaten Pemalang sendiri terdapat macam-macam kuliner dan wisata, seperti nasi grombyang dan wisata pantai Widuri. Beranjak ke Pekalongan, jalur tol sementara menyediakan satu exit tol di wilayah ini, yakni exit tol di Kecamatan Bojong.
 
Jika di Pekalongan, jangan tanya lagi, banyak wisata yang bisa Anda jadikan oleh-oleh, terutama penggemar batik khas pekalongan. Untuk wilayah Kabupaten Batang, ada lima exit tol, yakni Kandeman, Tulis, Kedungsogong, Banyuputih dan Gringsing. Jika hendak menikmati kuliner khas Batang, tak ada salahnya Anda mencicipi nasi megono.
 
Selain itu, perlu kami informasikan juga kepada para pemudik, bahwa jalur tol fungsional ini dapat dilintasi kendaraan 2 lajur (1 arah) untuk arus mudik maupun balik dengan kapasitas kendaraan 4600 kendaraan per jam. Saat ini, perkerasan jalan timbunan dan beton tipis 10 cm dengan maksimal muatan per gandar 5 ton. Struktur (jembatan dan box) selesai atau jembatan sementara untuk 2 lajur jika belum selesai.
 
Kondisi exit sementara sendiri semuanya terdapat pada rencana simpang susun (pertemuan jalan nasional/Provinsi/Kabupaten), sehingga memudahkan Anda jika ingin mencari bahan bakar di SPBU terdekat, atau hendak berwisata. Selain itu, kondisi rambu dan marka sementara, penerangan di beberapa lokasi sesuai kebutuhan, sehingga Anda perlu tetap mewaspadai, karena sekali lagi jalur tol ini masih fungsional.
 
Selamat mempersiapkan mudik Lebaran.
 
* Dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat (KR Jogja) Edisi Kamis (15/6/2017) halaman 14
L

Tentang Penulis: Mas Hadi

Gambar Gravatar
Catatan harian perjalanan, pekerjaan, inspirasi dan semuanya. Juga tentang cinta. Selamat menikmati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *