Desa Ngargomulyo Percontohan Desa Mitigasi Bencana

oleh
Kawasan desa Ngargomulyo yang letaknya dekat dengan Erupsi Merapi, percontohan EWS. (Foto: ninonine.files.wordpress.com)
Kawasan desa Ngargomulyo. (Foto: ninonine.files.wordpress.com)

DUKUN – Kawasan hutan lindung merupakan salah satu fasilitas yang dibagun oleh pemerintah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam berbagai sektor. Salah satu sektor tersebut adalah berfungsi untuk penanggulangan bencana khususnya di daerah rawan bencana.

Menjadi pertimbangan bagi DPRD Jateng dalam tinjauannya di Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Selasa (21/03/2017), Desa Ngargomulyo merupakan salah satu desa dengan pemanfaatan hutan lindung sebagai fungsi mitigasi bencana dan keirigasian.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso mengatakan bahwa Desa Ngargomulyo layak menjadi model percontohan dalam pemanfaatan fasilitas yang dibangun oleh pemerintah. “Apa yang diterapkan oleh Desa Ngargomulyo diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang berada di wilayah rawan bencana.

Pemanfaatan bukan hanya dari segi penanggulangan kebencanaan, akan tetapi bisa difungsikan sebagai sarana fasilitas penunjang segi perekonomian. Kesadaran masyarakat dalam pemeliharaan dapat menjadi contoh karena masih banyak tidak peduli dengan fasiltias yang dibangun oleh pemerintah. Dalam pemulihan pasca bencana juga dinilai sangat bagus karena perlu kerjasama yang baik antara DLH beserta masyarakat desa.” ujar legislator asal PKS tersebut.

Kepala Desa Ngargomulyo, Yatin mengatakan, pemanfaatan dan pemeliharaan hutan lindung sudah berlangsung sejak lama walaupun pernah terkena erupsi Gunung Merapi. “Desa kami merupakan salah satu kawasan ring 1 dengan jarak 8 km dari puncak Merapi. Kawasan hutan lindung yang berada dekat dengan desa kami sangat bermanfaat dalam berbagai hal.

Diantaranya kelebatan hutan lindung dapat menahan luapan lahar dingin beberapa tahun silam. Setelah bencana erupsi 2010 silam, masyarakat desa bekerja sama dengan dinas terkait berupaya memulihkan kawasan hutan lindung secara gotong royong atas kesadaran masyarakat desa kami,” ujarnya.
Di sisi lain, Yatin juga menjelaskan, kawasan hutan lindung tersebut juga bermanfaat bagi sistem pengairan pertanian dan perkebunan setempat. “Hutan lindung itu juga bermanfaat dalam segi pertanian dan perkebunan karena kualitas air yang dihasilkan cukup baik,” jelas dia.(tyo-ayu/priyanto)

Sumber: Warta Legislatif

Tentang Penulis: Mas Hadi

Gambar Gravatar
Catatan harian perjalanan, pekerjaan, inspirasi dan semuanya. Juga tentang cinta. Selamat menikmati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *