DAS Pusur Klaten Semakin Berkembang untuk Kesejahteraan Masyarakat

oleh
DAS Pusur. (Foto: @DASPusur)
DAS Pusur. (Foto: @DASPusur)

JIKA Anda berwisata di Kabupaten Klaten, ternyata tak hanya ada Candi Prambanan atau Umbul Ponggok saja. Tetapi, sekarang tengah hits dengan hadirnya riverboarding di Kali Pusur.  Kali Pusur sendiri sebenarnya merupakan sebuah sungai dengan aliran air yang cukup besar untuk membawa Anda berpetualang. Nantinya, selama pertualangan traveller akan ditemani dengan operator.

Jadi, cara bermainnya cukup sederhana, di mana Anda menggunakan life jacket. Kemudian berbaring di atas sebuah papan seluncur. Setelah itu, tinggal mengikuti arus saja, wahana ini cocok sekali bagi Anda yang suka berpetualang. Tenang saja, tak perlu khawatir sebab wisata di sana sudah dijamin keamanannya. Bebatuan kali tidak akan mencelakain diri Anda, sebab arus airnya cukup aman bagi pemula. Harga untuk bermain di kali ini juga murah sekitar Rp150 ribu satu orang dan sudah ditemani oleh pemandu yang akan menjaga Anda selama berpetualang.

Sungai Pusur ini sendiri melintasi wilayah Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Meski airnya sudah tidak begitu jernih, sungai yang berkelok-kelok di bawah rimbun pepohonan itu telah dikelola para pemuda setempat menjadi obyek wisata alternatif, yaitu river tubing.

River tubing semacam paket hematnya rafting atau arung jeram. Bedanya, rafting dilakukan di sungai berarus deras secara berkelompok dan menggunakan perahu karet serta dayung. Sedangkan river tubing adalah menyusuri sungai berarus sedang secara individu menggunakan pelampung dari ban dalam mobil dengan kedua tangan sebagai dayung.

Saat berkunjung ke Klaten mendengarkan paparan PT Tirta Investama

Namun demikian, masyarakat sebenarnya perlu di edukasi agar kesadaran sebagian masyarakat di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Pusur untuk tidak membuang sampah ke sungai meningkat.

Secara umum, bila dibandingkan tahun 2015 lalu, keberadaan DAS Pusur untuk kemanfaatan masyarakat semakin meningkat. Pada tahun 2015 lalu, kondisi DAS Pusur cukup parah akibat sedimentasi dan kerusakan lannya. Saat itu, sedimentasi pada bagian bendungan saat ini mencapai tiga meter. Kondisi itu membuat cekungan yang ada pada bendungan tak bisa dimanfaatkan untuk menampung air yang digunakan sebagai irigasi.

Selain persoalan sedimentasi pada bagian bendungan, Sumartono menjelaskan kerusakan infrastruktur di sepanjang DAS yang digunakan untuk irigasi sawah di 48 desa di lima kecamatan tersebut membuat debit air pada bagian hilir berkurang.

Namun persoalan tersebut pelan-pelan teratasi. Pada awal Maret 2017 lalu, kami dari Komisi D DPRD Jateng mengecek ke DAS Pusur Klaten, dimana disana ada PT Tirta Investama. Kami berharap DAS Pusur ini bisa terus menciptakan keseimbingan pembangunan ngenguntungkan masyarakat, pemerintah dan swasta.

Tentang Penulis: Mas Hadi

Gambar Gravatar
Catatan harian perjalanan, pekerjaan, inspirasi dan semuanya. Juga tentang cinta. Selamat menikmati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *