Dilema Pemkab Wonogiri Kembangkan Wisata Pantai Nampu

oleh
Pantai Nampu

WONOGIRI – Kabupaten Pacitan berencana membangun akses jalan menuju Pantai Nampu. Mereka akan membangun jalan dengan lebar sekitar sembilan meter. Apabila tidak mampu mengimbangi pembangunan yang dilakukan oleh Pacitan, pariwisata Wonogiri dikhawatirkan akan tertinggal.

Kabag Hubungan Masyarakat (Humas) Setda Wonogiri, Haryanto menerangkan, Pantai Nampu berada di perbatasan wilayah Kabupaten Wonogiri dan Pacitan. “Sekitar sepertiga pantainya masuk wilayah Desa Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri. Sedangkan dua pertiga masuk wilayah Kabupaten Pacitan,” ujarnya saat mengikuti jumpa pers bersama Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) di Obyek Wisata Sendang Asri Waduk Gajahmungkur (OWSA-WGM), baru-baru ini.

Selama ini, akses masuk menuju Pantai Nampu melalui wilayah Wonogiri. Tetapi, Kabupaten Pacitan kabarnya juga hendak membangun jalan menuju pantai tersebut. “Saya pernah bertemu pejabat dinas Pacitan sewaktu berkunjung ke Pantai Nampu. Mereka bilang mau membangun jalan, lebarnya sekitar sembilan meter,” kata Haryanto yang pernah menjabat sebagai Camat Paranggupito itu.

Jika tidak mampu mengimbangi Pacitan, pariwisata Wonogiri di Pantai Nampu bisa tertinggal. Pasalnya, akses masuk yang melalui wilayah Wonogiri masih sempit. Kendaraan roda empat kesulitan ketika berpapasan, bahkan bus besar tidak bisa melewatinya.

“Kalau Pacitan jadi membangun jalan ke Nampu, otomatis pengunjung lebih suka lewat Pacitan karena jalannya lebih lebar,” imbuhnya.

Di sisi lain, sekitar 90% tanah pantai yang panjangnya mencapai belasan kilometer di Kecamatan Paranggupito masih menjadi sengketa antara warga dengan sebuah perusahaan batik dari Solo. Demikian juga Pantai Nampu yang masuk wilayah Wonogiri. “Sejak 26 tahun lalu menjadi sengketa. Hanya Pantai Klotok yang tanahnya milik Pemkab dan Pantai Sembukan yang tanahnya milik pemerintah desa,” terangnya.

Alhasil, pantai tersebut hanya dikelola oleh kelompok masyarakat setempat. Mereka juga kesulitan mengembangkan wisata pantai karena status tanahnya belum jelas.

Sumber: Suaramerdeka.com

Tentang Penulis: Mas Hadi

Gambar Gravatar
Catatan harian perjalanan, pekerjaan, inspirasi dan semuanya. Juga tentang cinta. Selamat menikmati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *