Menanti Cahaya untuk Mbah Katirah

oleh

MBAH Katirah, adalah perempuan sepuh, yang kini tinggal sebatang kara di pelosok Desa Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Yang miris, Mbah Katirah yang ditinggal ketiga anak-anaknya yang merantau ke Jakarta, hidup tanpa cahaya listrik. Mbah Katirah belum pernah merasakan aliran listrik menerangi rumahnya.

Hidup Mbah Katirah semakin menyedihkan, sudah tidak ada listrik yang menerangi rumah kecilnya, beliau harus masih berjuang, karena mata beliau terkena katarak, hingga tak bisa melihat.

Saat mengunjungi beliau, kami menyaksikan dan sungguh trenyuh sekali rasanya. Listrik tidak ada, di rumah sederhana itu, rumah yang berlantaikan tanah dan banyak lubang ditutupi spanduk, beliau terkena katarak, dan untuk hidup sehari-haripun harus mendapatkan belas kasihan tetangga dengan uang Rp 150 ribu per bulan.

Kami yakin banyak Mbah Katirah-Mbah Katirah lain di Indonesia. Karena berdasarkan data, sebanyak 600 ribu KK miskin di Jawa Tengah belum tersambung listrik. Bahkan untuk memasang listrik, dikenakan dana Rp 2,3 juta. Kami sangat berharap pemerintah memprioritaskan hal ini.

Pemerintah harus memprioritaskan program sambungan listrik bagi keluarga tidak mampu. Ini rakyat kita, pemerintah harus benar-benar memperhatikan orang-orang miskin seperti mbah katirah ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada kawan-kawan DPRD yang sudah memperhatikan listrik ini.

Masih banyak Mbah Katirah lain yang hingga kini hidup dirundung kegelappan. Kami berharap, pemerintah segera memberikan harapan, berupa cahaya-cahaya, untuk Mbah Katirah.

Tentang Penulis: Mas Hadi

Gambar Gravatar
Catatan harian perjalanan, pekerjaan, inspirasi dan semuanya. Juga tentang cinta. Selamat menikmati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *