Hadi: Semen Rembang Harus Jawab Kekhawatiran Warga

oleh
Semen Rembang sudah mencapai 100 persen.
Semen Rembang sudah mencapai 100 persen.

REMBANG – Pabrik semen yang didirikan di Rembang Jawa Tengah saat ini hampir selesai pembangunannya. Rencananya pabrik ini akan mulai beroperasi pada April 2017 mendatang.

Pembangunan pabrik sempat terhenti pada 16 Januari lalu karena keputusan Mahkamah Agung (MA) mengenai Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang masih kurang beberapa adendum teknis pertambangan. Namun, pada 24 Februari pembangunan kembali dilanjutkan setelah adendum ditambahkan dan akhirnya keluar Surat Ijin yang kedua. Hingga Februari pekan keempat, progres pembangunan telah mencapai 99,16 persen.

Karena dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Semen Indonesia, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso menyatakan dewan fokus melihat penyelamatan aset BUMN.

Saat berdiskusi di Rembang soal semen

“Ini kan sudah hampir selesai 100 persen, karena ini aset negara yang sudah keluar uang sangat banyak untuk pembangunannya maka tetap berjalan dengan beberapa catatan,” katanya saat melakukan kunjungan kerja ke pabrik semen rembang, beberapa waktu lalu.

Catatan terpenting, lanjut Hadi, adalah perusahaan harus mampu menjawab kekhawatiran warga dengan bukti nyata.

“Kekhawatiran masyarakat yang paling dikeluhkan adalah masalah air. Wajar jika mereka khawatir air tanah mereka untuk anak cucu mereka. Ini harus dijawab dengan bukti bahwa semen indonesia yang telah beroperasi di berbagai tempat tidak mengganggu air tanah malah justru menambah manfaat,” terang politikus PKS itu.

Mengenai hal itu Hadi mencontohkan, Komisi D beberapa waktu lalu mengunjungi PT Tirta Investama, yang mengelola air tanah untuk air minum di Klaten, namun mereka mampu menjawab kekhawatiran warga. “Dulunya masyarakat juga protes, tapi saat ini keluhan tidak terbukti, malah bisa melahirkan pendapatan warga lewat wisata air yang dimunculkan perusahaan,” pungkas Hadi.

Saat berdiskusi di Rembang soal semen

Menjawab pernyataan dewan tersebut Direktur Produksi PT Semen Gresik, Prasetyo Utomo menjelaskan pihaknya telah menjalankan Corporate Social Responsibility (CSR) meskipun perusahaan belum beroperasi.

“Kami sudah coba memberikan manfaat bagi warga sekitar. Di aspek pemenuhan kebutuhan air, tahun 2016 lalu sebanyak 292 KK dan tahun ini sebanyak 1.623 KK sudah menerima manfaat air bersih. Untuk irigasi seluas 78,94 hektar atau kurang lebih 684 KK yang mendapatkan manfaat. Juga embung tegaldowo yang menampung 16.000 meter kubik sudah berfungsi dan rencananya untuk wisata juga,” kata Prasetyo saat menemui komisi D.

Selain pemenuhan kebutuhan air, Prasetyo mengatakan penyerapan tenaga kerja serta lingkungan dan sosial programnya telah dilaksanakan. “Kami mempekerjakan 2.267 tenaga kerja dari ring satu yang terdekat dengan pabrik di Rembang ini. Di bidang lingkungan dan sosial kami memberdayakan 329 orang, perbaikan sarana prasarana, bedah rumah, penghijauan dan lain sebagainya,” katanya

Prasetyo juga menjelaskan di kawasan pabrik semen Tuban, Jawa Timur yang juga dikelola PT. Semen Indonesia, masyarakat sudah tidak protes karena kekhawatiran mereka tidak terbukti. “Di Tuban kami juga sudah membuktikan dengan nilai manfaat bagi warga, lokasi bekas tambangnya pun sekarang sudah jadi tambak ikan. Bisa jadi kami mengajak warga disini ke Tuban sana,” pungkasnya.

Untuk diketahui pabrik semen Rembang ditargetkan memproduksi 3 Juta Ton Semen dalam setahun, atau sekitar 8000 ton per hari. Namun untuk 2017 ini ditargetkan 65% karena baru akan dimulai produksi April mendatang. Semula area yang akan digunakan pabrik seluas 1400 hektar namun karena revisi dan regulasi yang diterima tinggal 293 hektar.

Tentang Penulis: Mas Hadi

Gambar Gravatar
Catatan harian perjalanan, pekerjaan, inspirasi dan semuanya. Juga tentang cinta. Selamat menikmati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *