Saya Menolak Rencana Eksplorasi Panas Bumi Gunung Lawu

oleh
Pemandian Sapta Tirta. (Foto: jalan2.com)
Pemandian Sapta Tirta. (Foto: jalan2.com)

Rencana eksplorasi panas bumi (Geothermal) yang akan dilakukan pemerintah di kawasan Gunung Lawu perlu ditinjau ulang. Saya sendiri menolak rencana eksplorasi panas, karena akan berdampak buruk dari program tersebut terutama masyarakat sekeliling lereng Gunung Lawu.

Kepada petani sayur dan buah yang memiliki potensi yang sangat besar dengan iklim yang mendukung, tentu ini menjadi ancaman, sementara disisi lain, program ini kontra produktif dengan program kementrian lingkungan hidup yang pada tahun 2012 sudah membeli lahan di Tlogodringo untuk program kebun botani.

Sehingga saya berharap bahwa kawasan Gunung Lawu harus tetap asri dan lestari, sehingga dia meminta Pemerintah Pusat diminta untuk menarik idenya kembali terkait dengan eksplorasi panas bumi di Gunung Lawu.

Pemerintah pusat seharusnya dengarkan masukan masyarakat atas penolakan terhadap proyek ini, jangan sampai penolakan ini dianggap angin lalu, karena penolakan ini menunjukkan lemahnya sistem sosialisasi dalam penentuan tapak proyek, pembangunan pabrik semen rembang yang berkepanjangan harus jadi contoh.

Tak banyak orang tahu di mana lokasi yang akan dieksplorasi untuk proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Gunung Lawu Karanganyar. Lokasi tersebut di wilayah barat daya dari Gunung Lawu meliputi beberapa desa di Tawangmangu dan Matesih. Dimana di kawasan tersebut ada pemandian air panas Cumpleng dan Sapta Tirta Pablengan.

Sehingga kemungkinan kawasan Pablengan dan Cumpleng, dipilih sebagai lokasi pengeboran. Pasalnya pengeboran mencari titik paling pendek atau efisien dari permukaan ke sumber panas bumi (magma). Selain wilayah barat daya Gunung Lawu, juga akan ada kegiatan di hutan Jobolarangan, Gondosuli, Tawangmangu.

Tlogodringo adalah sebuah dusun di Gondosuli, yang lokasinya paling berdekatan dengan hutan Jobolarangan. Mayoritas penduduk Tlogodringo bekerja sebagai petani sayur. Beberapa juga membuka usaha penginapan. Pasalnya wilayah hutan di atas dusun itu merupakan favorit pecinta alam untuk menggelar pendidikan dasar (diksar), camping, atau outbond.

Sedangkan pemandian air panas Sapta Tirta Pablengan adalah objek wisata yang berada di Dusung Kentangan dan Dusun Pablengan, Pablengan Matesih. Lokasi objek wisata ini berada di lereng bukit Mondoroko. Letak bukit tersebut di sebelah timur dari mata air panas Pablengan. Lantaran geografisnya yang berupa bukit, sedikit rumah warga di lokasi itu. Permukiman penduduk paling banyak berada di barat mata air.

Permukiman penduduk juga berada di selatan mata air Pablengan. Jarak antara mata air dengan permukiman penduduk cukup dekat, tak sampai 100 meter. Permukiman penduduk yang berada dekat dengan mata air masuk Dukuh Pablengan dan Dukuh Tiroso.

Tentang Penulis: Mas Hadi

Gambar Gravatar
Catatan harian perjalanan, pekerjaan, inspirasi dan semuanya. Juga tentang cinta. Selamat menikmati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *