Progres Fisik Terlambat, Embung Mranggen Cs Terancam Gagal

oleh

KLATEN – Progres fisik pembangunan embung Mranggen di Kabupaten Klaten berada dibawah target. Melihat kondisi dilapangan, kalangan DPRD Jawa Tengah mengkhawatirkan embung ini dapat selesai sesuai rencana bahkan terancam gagal.

Wakil Ketua Komisi D, Hadi Santoso menyatakan dibanding kondisi pembangunan embung lain yang sedang berlangsung, medan dan pekerjaan embung satu ini relatif sulit. “Proyeknya berada di badan aliran sungai, menghadapi alam yang tidak menentu, bisa false kalau progres fisik tidak ditepati,” ujar Hadi saat kunjungan kerja ke lokasi proyek, Kamis (29/9/2016).

Saat ini, seharusnya progres fisik ada di angka 23 persen, faktanya per pekan ini pihak kontraktor mengaku baru tercapai 19,28 persen. Untuk itu, Hadi meminta ada upaya khusus untuk menyelesaikan problema tersebut. “Solusinya harus segera menambah tenaga pekerja, penggunaan bekisting plat untuk retaining wall (dinding penahan tanah). Selain itu juga pekerjaan harus dilakukan parallel antara pintu air, bore pile, kolam kuras dan bangunan utama embung, ini harus dilakukan bersamaan,” terang politikus PKS itu.
    
Secara teknis, lanjut Hadi, bobot terbesar progres fisik ada pada betonisasi dinding penahan, karenanya harus dikejar angka volume beton setiap pekannya. “Serah terima pertama nanti tertanggal 15 Desember 2016, saat ini dalam 2 pekan baru dikerjakan 70an meter kubik beton dari total hampir 500 meter kubik. Maka minimal harus ada kemajuan volume beton 70 meter kubik per pekan, kalau tidak, bisa gagal,” tegas legislator asal daerah pemilihan IV Jateng itu.

Kepada Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Jateng, Hadi meminta ketat dalam mengawasi progress pembangunan embung ini. “Kontraktor terlihat belum pengalaman dalam proyek serupa, harus dibantu pengawasannya berkala,” pungkas Hadi.

Untuk diketahui, embung yang terletak di desa Mranggen Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten ini disebut Mranggen Cs karena terdiri dari dua embung yang berdekatan, yakni dengan embung Krikilan. Menghabiskan 4,3 Milyar dana APBD Jateng, proyek ini ditarget selesai selama 135 hari pengerjaan. Tujuan pengadaan embung ini murni untuk irigasi sawah warga. Nantinya, pengadaan pompa yang mengalirkan air dari embung ke saluran irigasi menjadi tanggungjawab masing-masing perkumpulan petani pemakai air (P3A).

Tentang Penulis: Mas Hadi

Gambar Gravatar
Catatan harian perjalanan, pekerjaan, inspirasi dan semuanya. Juga tentang cinta. Selamat menikmati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *