Bina Marga Perlu Terus Kontrol Kualitas Jalan

oleh
Saya saat berbincang di acara media di Semarang.

SEMARANG– Kalangan dewan menilai dinas terkait harus tetap memperhatikan kualitas jalan, sebagai persiapan masa mudik lebaran nanti. Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso, saat menjadi pembicara dalam acara ‘Dialog bersama Parlemen’ dengan tema ‘Mudik Selamat, Lebaran Nikmat’ di Gedung Thomas Aquinas Unika Segijapranata Jalan Bendan Dhuwur Kota Semarang, Senin (23/5/2016).

Ia mengakui saat ini masih banyak perbaikan/ peningkatan kualitas jalan di wilayah Jateng. Namun, ia berharap, proyek itu bisa dikebut sehingga pemudik bisa nyaman melalui jalur ke kampung halaman.

“Memang, saat ini Bina Marga Jateng hanya bisa melakukan optimasi jalan tapi tetap pula diperhatikan bahwa jumlah pemudik dari tahun ke tahun terus meningkat. Sehingga, proyek jalan harus segera diselesaikan dengan baik,” kata legislator PKS itu.

Persoalan status jalan juga mempengaruhi kondisi fisik jalan saat ini. Data yang dimiliki Hadi Santoso menyebutkan, sepanjang 129 km jalan kabupaten di Jateng mengalami peralihan satus menjadi jalan provinsi. Dengan kondisi itu, kata Hadi, ada ‘protes’ dari pihak kabupaten soal kondisi jalan yang masih buruk.”(Peralihan) Itu kan baru sehingga wajar belum selesai semua,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Bina Marga Jateng Bambang NK mengatakan pihaknya sudah mengerjakan sejak Desember 2015. Hal itu sebagai upaya persiapan membludaknya pemudik masuk ke Jateng.

“Hanya saja kendala cuaca masih terjadi selama perbaikan. Apalagi, proyek betonisasi yang butuh waktu agak lama. Memang tidak semuanya oke tapi ready untuk dilalui. Kalau tahu jalan alternatif, sebaiknya lewat sana saja. Kondisi jalan rusak parah di Jateng ini sepanjang 70 kilo, sisanya rusak ringan. Soal alokasi anggaran perbaikan, kata Bambang, sekitar Rp 2,5 triliun pada tahun ini,” kata Bambang.

Pakar Transportasi Unika Soegijapranata Joko Setyowarno mengakui pemudik bakal membludak masuk ke Jateng. Secara angka, diperkirakan kenaikan sekitar 5 persen setiap tahunnya.”Yang penting, selama mudik, truk diatas 2 sumbu nggak boleh lewat, kecuali truk pengangkut sembako. Itu penting karena berdampak pada kondisi fisik jalan,” jelas Joko. 

Tentang Penulis: Mas Hadi

Gambar Gravatar
Catatan harian perjalanan, pekerjaan, inspirasi dan semuanya. Juga tentang cinta. Selamat menikmati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *