Titik Macet Lebaran Bergeser di Tegal Timur Hingga Pemalang

oleh

SEMARANG – Sejumlah ruas untuk mudik Lebaran di wilayah Jawa Tengah masih bermasalah. Selain kondisi jalan yang rusak, perbaikan jalan di beberapa titik di Jateng rawan menimbulkan macet mudik.

Wakil Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng, Hadi Santoso, dalam keterangannya pada Kamis (14/4/2016) di Semarang mengatakan, dari pantauan yang dilakukan Komisi D di jalur alternatif pantai utara (pantura), pantai selatan dan tengah, ada beberapa titik yang rawan terjadi titik krusial mudik Lebaran di Jateng.

“Kalau dulu itu di Pejagan, Kabupaten Brebes hingga sampai di Tegal Timur, maka titik krusial besok pindah dari Tegal timur sampai Pemalang, karena asumsinya meskipun kemudian sudah dikurangi jalur selatan, tapi beberapa titik di jalur selatan sedang dalam proyek pengerjaan APBN, sehingga nanti kemudian banyak akan terjadi titik krusial Lebaran di jalur itu,”jelasnya.

Lebih lanjut, Hadi menyampaikan bahwa titik krusial Lebaran lainnya adalah di jalur tengah. Meski jalur penghubung antara jalur Pantura dan Pansela Jateng yang merupakan jalur alternatif telah dikerjakan, namun banyak yang belum tuntas penyelesaiannya.

“Bahkan, di sektor timur, di Kecamatan Gemolong menuju Kecamatan Gabukan, Kabupaten Sragen, kondsisinya rusak parah, ketika saya cek ternyata belum dianggarkan di APBD Jateng. Sehingga titik krusialnya disitu kalau kaitannya dengan arus mudik,” papar legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng dari daerah pemilihan Wonogiri, Sragen dan Karanganyar ini.

Menurut Hadi, karena belum dianggarkan, pasti akan terjadi dampak, terutama di titik Gemolong-Gabukan di Kabupaten Sragen.

“Bahkan saat melewati jalur itu (Gemolong-Gabukan-red) yang merupakan jalur penghubung Sragen-Purwodadi dan Sragen menuju ke Jawa Timur, dengan panjang 12 Km itu, jalan dengan kendaraan berkecepatan 10 Km per jam saja tidak bisa, karena selain berlubang, kondisinya sangat parah, lebih mirip kubangan kerbau, padahal itu jalan Provinsi,” katanya.

Namun demikian, secara umum Hadi menilai persiapan infrastuktur untuk mudik Lebaran bisa dikatakan relatif lebih siap, meski harus ada beberapa yang disinkronkan.

“Terkait perbaikan jalan misalnya, ternyata ada kemunduran penandatanganan kontrak Surat Perintah Kerja (SPK) sekitar 17 hari, dari yang semula pertengahan Februari, baru dikerjakan pertengahan Maret lalu, sehingga yang tadinya kita prediksikan sebelum H-20 bisa selesai, maka prediksinya ini nanti kembali ke H-10 seperti tahun lalu,”ujar pria asal Giriwoyo, Wonogiri itu.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Hadi, pihaknya berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui dinas terkait, bisa menyelesaikan ruas proyek jalan utama tersebut lebih awal dari yang sudah direncanakan.

g

a

Tentang Penulis: Mas Hadi

Gambar Gravatar
Catatan harian perjalanan, pekerjaan, inspirasi dan semuanya. Juga tentang cinta. Selamat menikmati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *