Begini Proses Pembuatan Wayang Kulit di Manyaran Wonogiri

oleh

WONOGIRI – Kesenian wayang kulit merupakan kekayaan budaya di Indonesia. Dan kali ini, saat pulang kampung, Ahad (20/9/2015), saya berkunjung ke salah satu sentra pembuatan wayang kulit milik Anggono, di Dusun Bulu, Desa Punduhsari, Kecamatan Manyaran, Wonogiri.

Sentra kerajinan wayang kulit milik Anggono ini memang dikenal sebagai sentra kerajinan wayang kulit yang sudah memasarkan produknya di berbagai daerah di tanah air. Menurut Anggono, sang pemilik sentra kerajinan, proses pembuatan wayang kulit ini memerlukan waktu selama sekitar empat hingga enam hari.

Untuk pembuatan, Anggono menggunakan kulit sapi, namun hasil terbaik adalah menggunakan kulit kerbau karena tingkat kualitas yang lebih baik. Kemudian, langkah selanjutnya adalah mendesain, langkah selanjutnya adalah proses pemahatan, dimana proses ini adalah membentuk fisik wayang menggunakan pahat khusus wayang.

hadi pembuatab wayangAnggono mengungkapkan, dirinya piawai membuat wayang bukan karena bersekolah di sekolah pewayangan dan pedalangan, namun murni karena ilmu turunan dari keluarga. Saat ini, Anggono mematok harga per wayang Rp 1 juta, namun jika konsumen menginginkan wayang lengkap, sebanyak 200 jenis wayang.

Sebagai informasi, sentra kerajinan wayang kulit di Manyaran adalah salah satu desa wisata di Kabupaten Wonogiri. Selain wayang, di desa tersebut juga dikembangkan kerajinan kelir untuk tempat memamerkan wayang. Di Kecamatan Manyaran juga terdapat museum wayang Indonesia.

Saya sendiri berharap agar kerajinan kreatif wayang kulit ini terus dikembangkan, selain semakin memperkaya seni budaya Indonesia, keberadaannya juga bisa mengangkat kesejahteraan ekonomi masyarakat pengrajin wayang kulit.

Mari lestarikan seni budaya Indonesia.

Tentang Penulis: Mas Hadi

Gambar Gravatar
Catatan harian perjalanan, pekerjaan, inspirasi dan semuanya. Juga tentang cinta. Selamat menikmati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *