Saat Harapan Kian Menipis Diterjang Rob dan Abrasi Pantai

oleh
Mengunjungi korban rob di Demak
Mengunjungi korban rob di Demak

DEMAK – Apa jadinya saat harapan semakin menipis, seiring lingkungan yang semakin terkikis. Tentu yang ada hanyalah keputus asaan, yang ada adalah kesedihan yang mendalam. Itulah yang dirasakan warga Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.

Bencana rob Rob mulai menggenangi wilayah Desa Sriwulan, Sayung dalam beberapa hari belakangan ini. Rumah warga rata-rata sudah ditinggikan hingga satu meter.  Namun rob tetap masuk ke pemukiman. Camat Sayung Arif Sudaryanto mengemukakan telah menerima laporan, rob mulai masuk ke pemukiman warga di Desa Sriwulan.

Diakui penanganan masalah itu, tidak begitu gampang. Rob di Demak bahkan butuh perhatian serius. Tidak hanya keterlibatan pemkab setempat melainkan pemprov dan pemerintah pusat.

Saat saya berkunjung ke lokasi abrasi dan rob mendampingi Guru besar Universitas Diponegoro (Undip), Prof Purwanto, Prof Sutrisno Anggoro dan Magister Ilmu Lingkungan Undip, betapa semakin terenyuhnya saya melihat kondisi disana.

Bayangkan, rumah-rumah tersebut mepet dengan laut, yang hanya berjarak sekitar 20-30 meter saja. Sehingga jika muncul air pasang rumahnya seketika tergenang. Warga setempat pun tak cukup terganggu jam istirahatnya, melainkan ketika surut mereka juga masih harus bersih-bersih. Ssaat air muncul ketinggiannya bisa mencapai lutut orang dewasa. Air yang menggelontor masuk rumah seakan tak terbendung.

Daerah ini  adalah korban abrasi sejak tahun 2005 saat ini garis pantai mengalami kemajuan sepanjang 20 M masuk ke permukiman penduduk, lebih dari 27 KK sudah pindah rumah menuju tempat aman. Sementara, keadaan semakin menyedihkan saat ini, kala 7 penduduk yang setiap rob mereka harus tergenang dan tidur diatas perahu.

Berdasarkan pantauan kami, penyebab utama adalah terhalangnya desa ini untuk mendapatkan pasokan sedimentasi dari barat karena adanya pelabuhan Tangjung mas semarang dan sedimen dari timur.

Bagi saya, persoalan rob ini harus segera diselesaikan. Tentunya, butuh campur tangan pemerintah berupa sabuk pantai dan pemecah ombak serta penanaman mangrove. Bahkan, menurut Prof Sutrisno Anggoro, ini bisa dimulai dari daerah yang masih kuat baru maju kedalam.

Maka, harapan yang kian menipis tersebut akan kembali menebal seiring kepedulian pemerintah mengatasi bencana musiman warga pesisir utara ini. Jika pemerintah tak peduli, maka harapan tersebut kian tipis, lalu akan tenggelam seiring rob yang pelan-pelan menenggelamkan rumah serta harapan mereka.


 

Catatan saya saat mengunjungi korban rob di Desa Sriwulan, bersama para pakar lingkungan, beberapa waktu lalu

Tentang Penulis: Mas Hadi

Gambar Gravatar
Catatan harian perjalanan, pekerjaan, inspirasi dan semuanya. Juga tentang cinta. Selamat menikmati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *